Berita

Klarifikasi Pemberitaan Mengenai Bantuan Pemerintah di Twitter

20-04-2020 Berita KECAMATAN JATIASIH

Kecamatan Jatiasih - Menyampaikan klarifikasi berita yang beredar di medsos Twitter akun bernama Mahendra @RealAb96 tentang adanya pungutan uang sejumlah Rp. 10.000,- kepada penerima bantuan dan tidak disampaikannya bantuan kepada warga yg namanya terdaftar, sbb :

1. Sesuai jumlah bantuan yang diterima dari Dinsos Kota Bekasi, kelurahan Jatiluhur mendapatkan 357 paket bantuan dengan jumlah penerima yang bervariatif di masing-masing RW;

2. Untuk RW 03 Kel. Jatiluhur mendapatkan 123 paket sesuai daftar yang tertera di data yang kami terima dari Dinsos Kota Bekasi dan masing-masing RT pun bervariatif jumlah penerimanya;

3. Kaitan berita yang beredar di Twitter tentang tidak diberikannya bantuan kepada warga yang terdaftar, itu sudah disalurkan kepada warga sesuai jumlah dan daftar nama penerima yang terdapat di rekapan data Dinsos Kota Bekasi untuk tahap pertama;

4. Kaitan dengan berita di Twitter tentang adanya pungutan uang sejumlah Rp. 10.000,- kepada warga penerima, kami unsur 3 Pilar Kelurahan Jatiluhur yang terdiri dari Lurah, Sekkel, Kasi Kesos, Bimaspol, Babinsa, Pamor RW 03, sudah mengklarifikasi langsung kepada Ketua RW 03 (Iman Hariadi), Ketua RT 08/03 (M. Zaini), Ibu Dian Andriani (penerima bantuan) dan Adnan Balfas (pemilik akun Twitter an. Mahendra @RealAb96.

Dalam pertemuan yang juga disaksikan oleh beberapa Tokoh Masyarakat setempat, kami dapatkan hasil bahwa : Ketua RT 08/03 TIDAK PERNAH meminta uang Rp. 10.000,- kepada warga penerima bantuan tsb.

Ketua RT 08/03 didampingi Pamor RW 03 mengantarkan bantuan tsb kepada Ibu Dian Andriani sedang tidak berada di tempat. Lalu ybs mencari info kepada warga yg lain. Dari situlah muncul isu bahwa RT 08/03 meminta pungutan uang. Ibu Dian tidak mengkonfirmasi kepada RT 08/03, malah menulis status di medsos Facebook dan menyuruh sdr Adnan Balfas untuk bertanya di Twitter yg di-DM juga ke akun @RidwanKamil @ PemkotBekasi dan @DinsosKotaBekasi.

Ketika dikonfrontir dengan warga atas nama Ibu Iis yang disebutkan oleh Ibu Dian sebagai pemberi info adanya pungutan tsb, ibu Iis dengan bersumpah bilang SAMA SEKALI TIDAK PERNAH BERKATA ADA PUNGUTAN Rp. 10.000,- untuk mengambil bantuan tsb.

Atas kejadian ini, Ibu Dian Andriani dan Adnan Balfas telah mengakui kesalahan, membuat pernyataan permintaan maaf di atas materai 6000, membuat video permohonan maaf dan siap mengklarifikasi bahwa berita tersebut adalah TIDAK BENAR di akun twitter miliknya.

Para pihak sudah saling memaafkan atas kesalah fahaman ini dan mengganggap perkara ini selesai dengan jalan musyawarah.

DH

Baca Juga